Cara Mendidik Anak yang Baik Dalam Keluarga

Cara Mendidik Anak yang Baik Dalam Keluarga - Mendidik anak agar menjadi anak yang baik, pintar, dan sholeh merupakan kewajiban dari kedua orangtua.

Namun terkadang, tidak sedikit orangtua yang menganggap remeh masalah mendidik anak. Sehingga hal ini membuat para orangtua tidak mengetahui dengan baik perkembangan anaknya bahkan tidak memperhatikan sedikitpun perkembangan anak-anaknya.


Setelah adanya sikap anak yang buruk, menyimpang dari norma agama, norma sosial, akhirnya para orangtua merasa malu atau bahkan memarahi dan menyalahkan anaknya. Padahal jika disadari, anaknya seperti itu disebabkan karena kesalahan orangtua dalam mendidik anaknya.



Sumber Gambar : youtobe.com
Lalu bagaimana cara mendidik anak yang baik dalam keluarga? Berikut simak dengan baik ya!


Cara Mendidik Anak yang Baik Dalam Keluarga


1. Ketahui Apa Saja Peran Orangtua dalam Keluarga

Para orangtua harus memiliki kesadaran bahwa kedua orang tua memiliki peranan penting dalam membentuk keluarga yang SaMaWa. Mendidik anak yang baik merupakan hal yang harus tumbuh dalam diri kedua orangtua. Para orangtua dianjurkan untuk tidak saling melimpahkan bahwa yang harus mendidik anak adalah ibunya atau bapaknya, namun mendidik anak adalah tanggung jawab bersama.

Keluarga merupakan pendidikan anak yang pertama, mau seperti apa kepribadian anak tergantung kedua orangtua bagaimana mendidik anaknya.


2. Jadilah Teladan Bagi Anak

Sebagai orangtua hendaknya menjadi contoh atau teladan bagi anak-anaknya. Kesalahan yang biasanya dilakukan para orangtua adalah mereka hanya menasihati anak-anaknya, memarahi apabila anaknya lalai, malas belajar, atau malas beribadah, tapi cobalah untuk menjadi teladan anak dalam keluarga. Apabila sejak dini anak sudah terbiasa melihat keduaorangtuanya yang rajin dalam ibadah, anaknya pun pasti mengikuti. Karena pada dasarnya kebiasaan anak adalah meniru apa yang dilihatnya.

3. Mendidik Anak Kedisiplinan, Kejujuran, Tanggung Jawab Sejak Dini

Mulai sejak dini anak harus mulai mengenal apa itu kedisiplinan, kejujuran, serta tanggung jawab. Tanamkan kepada diri anak mengenai 3 hal tersebut. Berikan pengertian kepada anak apa manfaat ketika 3 hal tersebut diterapkan, mengapa harus bersikap demikian, dan apa dampak buruk apabila anak tidak disiplin, jujur, serta tanggung jawab.

4. Berikanlah Kasih Sayang Sepenuh Hati

Berlemah lembutlah kepada anak, mendidik anak dengan kekerasan tidak akan berbuah apa-apa. Justru dengan kekerasan akan membuat anak semakin melawan bahkan tidak mau mendengarkan apa kata orangtuanya. Tapi cobalah untuk berlemah lembut kepadanya. Bukan memarahinya tapi berikan pengertian bahwa apa yang dilakukannya salah.

5. Pahami Perkembangan Anak dengan Baik

Inilah yang terkadang tidak dilakukan oleh para orangtua, orangtua tidak memahami perkembangan anak-anaknya. Misalnya saat anak memasuki usia remaja cobalah untuk menjadi sahabatnya. Dengan menjadi sahabat anak akan menjadi lebih nyaman dan lebih terbuka dengan apa yang sedang dirasakannya. 

Misalnya seperti ketika anak merasa jatuh cinta kepada lawan jenisnya, anak akan lebih terbuka kepada orangtua, sehingga orangtua pun akan lebih mudah mengawasinya. Beda halnya ketika orangtua tidak tahu perkembangan anak, orangtua tidak tahu anaknya pacaran, justru akan lebih berbahaya bagi perkembangan anaknya, dan orangtua pun sulit mengawasinya.


6. Jadilah Pendengar yang Baik

Selain menjadi sahabatnya, cobalah untuk menjadi pendengar untuknya. Anak akan lebih senang ketika curahan hatinya di dengarkan, cobalah untuk tidak menghakiminya. Dengan begitu anak akan lebih terbuka kepada orangtuanya.

7. Berikan Selalu reward dan punishment 

Berikan kepada anak reward (hadiah) apabila anak memperoleh prestasi, baik itu akademik ataupun lainnya. Dan cobalah untuk meberikan punishment (hukuman) saat anak melakukan kesalahan. Hukuman disini tidak bersifat kekerasan ataupun menyakiti anak. Tetapi hukuman yang membuat anak tidak akan melakukan kesalahan yang sama dan mengerti bahwa apa yang dilakukannya adalah sebuah kesalahan.


Cara Mendidik Anak Sesuai Usia dan Tahap Perkembangan Anak


  1. Usia 0-7 tahun. Perlakukan anak sebagai raja. Memasuki zona merah (zona larangan). Jangan sedikit-sedikit melarang, jangan marah-marah. Perhatikan saja jika memang akan membahayakan keselamatan anak baru mencegahnya. Selagi tidak berbahaya biarkan saja. Tahapan ini dikenal dengan golden age/ usia emas anak. Jika anak ditakut takuti pada rentang usia ini, anak akan menjadi penakut.
  2. Usia 7-14 tahun. Perlakukan anak sebagai pembantu atau tawanan perang. Memasuki zona kuning (zona hati-hati/waspada). Latihlah anak untuk mandiri seperti mencuci piring, merapihkan kamarnya sendiri, mencuci pakaiannya sendiri. Tananmkan kemandirian pada anak di usia ini serta orangtua mulai mengenalkan dan melarang segala sesuatu yang tidak baik untuk anak.
  3. Usia 14-21 tahun. Jadikan anak seperti sahabat. Zona hijau (sudah boleh jalan). Anak sudah bisa dilepas untuk mandiri serta menentukan masa depannya.
  4. Usia 21-28 tahun. Perlakukan anak sebagai pemimpin. Zona biru (siap terbang). Anak sudah bisa mandiri, menentukan masa depannya dan sudah harus siap-siap berkeluarga atau siap untuk menikah.
Nah itulah ulasan Cara mendidik Anak yang Baik dalam Keluarga. Semoga Bermanfaat. Terimakasih
Tag : Lainnya
0 Komentar untuk "Cara Mendidik Anak yang Baik Dalam Keluarga"

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda! Komentar dengan Menyertakan Link Aktif Akan Admin Hapus
Terimakasih Sudah Berkunjung di Ciamik.Info

Back To Top